32 C
Jakarta
Monday, November 28, 2022
spot_img

Percepat Penanganan Gagal Ginjal Akut pada Anak, Heru Tinjau Labkesda

Penjabat (Pj.) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono meninjau Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Kamis (20/10/2022). Dia ingin memastikan percepatan penanganan kasus gagal ginjal akut (Acute Kidney Injury) d Jakarta.

“Saya sudah berkeliling dan memastikan Labkesda DKI komplit [fasilitas]. Ini juga bersama Bu Dirjen, Bu Kadis menyampaikan bahwa Labkesda ini merupakan tempat rujukan, pelatihan bagi Labkesda daerah lain agar sama standarnya,” kata Heru Labkesda, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Kamis (20/10/2022).

Heru menyampaikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menyiapkan alat untuk membantu penelitian Gangguan Gagal Ginjal Akut Atipikal.

“Kita sudah punya alatnya, harapannya semua bisa diteliti dan penanganannya bisa dipercepat,” imbuhnya.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti menambahkan bahwa pihaknya telah mengumpulkan semua rumah sakit di DKI untuk melakukan sosialisasi dan edukasi sesuai SE yang telah dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan. Dia berharap, ada sensitivitas dan identifikasi sejak dini sehingga setiap kasus yang ada di rumah sakit terlaporkan.

“Jadi kami menyisir semua rumah sakit di seluruh DKI,” katanya.

Lebih lanjut, Labkesda DKI Jakarta siap menjadi laboratorium pendamping pemeriksaan toksikologi dan ditetapkan Kementerian Kesehatan sebagai pelatihan bagi laboratorium-laboratorium di daerah lain di seluruh indonesia.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta hingga 19 Oktober 2022, di fasilitas kesehatan di DKI Jakarta telah ditemukan 71 kasus gangguan ginjal akut atipikal pada anak berusia 0-18 tahun.

Saat ini terdapat 16 kasus yang masih menjalani perawatan di rumah sakit. Semua kasus tersebut saat ini ditangani di beberapa Rumah Sakit di Jakarta baik RS Vertikal, RS milik BUMN, dan RS daerah. Sebelumnya, Kemenkes telah membentuk tim yang terdiri dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan dokter di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk meneliti terkait kasus gagal ginjal akut pada anak.

Hal tersebut dikonfirmasi langsung oleh Kepala Biro Komunikasi Kemenkes RI dr Siti Nadia Tarmizi.

“Kementerian Kesehatan membentuk tim yang terdiri dari IDAI dan RSCM untuk penyelidikan dan penanganan kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal,” kata Nadia kepada Bisnis, Kamis (13/10/2022).

Selain itu Nadia menambahkan Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan (Dirjen Yankes) telah menerbitkan Kep Dirjen Yankes nomor HK.02.92/I/3305/2022 tentang Tatalaksana dan Manajemen Klinis Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal. Keputusan tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan kasus ginjal akut pada anak di Indonesia.

Kemenkes juga tengah berkoordinasi dengan para ahli dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang mengadakan investigasi kasus di Gambia, Afrika Barat untuk mengetahui penyebab penyakit tersebut. Nadia memaparkan, berdasarkan hasil diskusi dengan tim dari Gambia, Afrika Barat yang telah memiliki kasus serupa, ada dugaan ke arah konsumsi obat yang mengandung etilen glikol.

“Tapi hal ini perlu penelitian lebih lanjut, karena tidak terdeteksi dalam darah,” kata Nadia.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansLike
3,583FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles